Kekayaan Pendiri TikTok Melonjak, Zhang Yiming Naik ke Posisi Kedua Orang Terkaya Asia
Valuasi ByteDance dan Pertumbuhan Bisnis AI Dorong Kenaikan Harta Zhang Yiming
Pendiri ByteDance, perusahaan induk TikTok, Zhang Yiming, berhasil menyalip Mukesh Ambani dalam daftar orang terkaya di Asia. Lonjakan kekayaan tersebut didorong oleh meningkatnya valuasi ByteDance, pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan (AI), serta membaiknya prospek perusahaan setelah restrukturisasi bisnis TikTok di Amerika Serikat.
Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersih Zhang Yiming kini mencapai sekitar US$92,8 miliar. Nilai tersebut menempatkannya sebagai orang terkaya kedua di Asia sekaligus mempertahankan statusnya sebagai individu terkaya di China.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Zhang yang mendirikan ByteDance pada 2012. Sejak Bloomberg mulai melacak kekayaannya pada 2019, nilai asetnya telah meningkat lebih dari tujuh kali lipat. Saat itu, kekayaannya tercatat sekitar US$13 miliar.
Kenaikan kekayaan Zhang tidak terlepas dari keberhasilan ByteDance mengembangkan sejumlah produk digital yang mendominasi pasar. Selain TikTok yang memiliki basis pengguna global sangat besar, perusahaan juga menikmati pertumbuhan pesat melalui chatbot AI bernama Doubao.
Doubao kini menjadi salah satu platform kecerdasan buatan paling populer di China. Layanan tersebut dilaporkan telah menarik lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan, memperkuat posisi ByteDance dalam persaingan industri AI yang semakin ketat.
Analis Capital Securities yang berbasis di Shanghai, Amy Lin, menilai kenaikan valuasi ByteDance mencerminkan fundamental bisnis yang kuat. Menurutnya, keberhasilan aplikasi seperti Doubao menjadi faktor utama yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
baca juga”Kurs Dolar AS Capai Rp18.000 di Perdagangan Hari Ini“
Restrukturisasi TikTok di AS Kurangi Ketidakpastian Investor
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan valuasi ByteDance adalah meredanya tekanan regulasi di Amerika Serikat. Sebelumnya, perusahaan menghadapi risiko besar setelah pemerintah AS mendorong langkah yang mengharuskan TikTok dipisahkan dari kepemilikan China demi alasan keamanan nasional.
Bloomberg sebelumnya menerapkan diskon risiko terhadap valuasi ByteDance untuk mencerminkan ketidakpastian tersebut. Namun, setelah proses restrukturisasi bisnis TikTok di AS menunjukkan kemajuan, tingkat diskon risiko diturunkan secara signifikan.
Perubahan itu membantu meningkatkan nilai perusahaan dan berdampak langsung pada kekayaan Zhang Yiming. Analisis dari sejumlah investor institusional, termasuk BlackRock, Fidelity Investments, dan T Rowe Price Group, turut mendukung kenaikan valuasi ByteDance dalam beberapa bulan terakhir.
Hasilnya, kekayaan Zhang bertambah lebih dari US$24 miliar dalam waktu relatif singkat. Kenaikan tersebut menjadi salah satu lonjakan terbesar yang tercatat dalam daftar miliarder global sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, Mukesh Ambani turun ke posisi ketiga orang terkaya Asia dengan kekayaan sekitar US$86,9 miliar. Sementara itu, posisi teratas masih ditempati oleh Gautam Adani dengan nilai kekayaan mencapai lebih dari US$117 miliar.
ByteDance Percepat Investasi AI untuk Tantang Pemain Global
Selain mengandalkan media sosial, ByteDance kini menjadikan kecerdasan buatan sebagai fokus utama pengembangan bisnis. Perusahaan disebut sedang menyiapkan investasi besar untuk memperkuat posisi di pasar AI domestik maupun internasional.
Laporan industri menyebut ByteDance berpotensi menggelontorkan dana hingga US$70 miliar sepanjang tahun ini untuk memperluas kapasitas teknologi AI. Investasi tersebut mencakup pengembangan model bahasa besar, pusat data, infrastruktur komputasi, dan layanan berbasis kecerdasan buatan.
Sebagian besar pendanaan diperkirakan berasal dari keuntungan perusahaan yang terus meningkat. ByteDance disebut mampu membukukan laba puluhan miliar dolar AS berkat pertumbuhan bisnis digital dan monetisasi berbagai platform yang dimilikinya.
Analis teknologi dari DZT Research, Ke Yan, menilai berkurangnya ketidakpastian di pasar AS memberikan ruang bagi investor untuk menilai ByteDance berdasarkan kinerja fundamentalnya. Menurutnya, valuasi perusahaan masih memiliki potensi kenaikan apabila ekspansi AI berjalan sesuai target.
Keberhasilan Zhang Yiming mencerminkan perubahan lanskap kekayaan di Asia yang kini semakin didominasi sektor teknologi dan kecerdasan buatan. Jika ByteDance mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis digital serta memperluas ekosistem AI, posisi Zhang dalam daftar orang terkaya dunia berpotensi terus menguat dalam beberapa tahun mendatang.
baca juga”Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia“