Bupati Lampung Timur: Perbaikan Jalan Wujud Gotong Royong

Bupati Lampung Timur

Bupati Lampung Timur Sebut Aksi Warga Perbaiki Jalan Rusak Cerminkan Semangat Gotong Royong
Aksi warga di Kabupaten Lampung Timur yang menggalang dana secara swadaya untuk memperbaiki jalan rusak menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyebut langkah masyarakat sebagai wujud semangat gotong royong atau sakai sambayan, sekaligus mengapresiasi partisipasi warga dalam membangun daerah.

Baca Juga “Bawaslu: Teknologi perkuat demokrasi jika digunakan secara etis

Fenomena tersebut memicu perhatian luas karena muncul di tengah keluhan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum kunjung diperbaiki. Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan jalan tetap menjadi bagian dari program yang telah dianggarkan.

Pemkab Lampung Timur Klaim Tetap Jalankan Program Perbaikan Jalan
Ela Siti Nuryamah mengatakan pemerintah tidak memandang negatif aksi swadaya masyarakat. Menurutnya, budaya gotong royong merupakan nilai yang terus didorong di berbagai desa di Lampung Timur.

“Tentu senang dan terbantu. Ini wujud sakai sambayan membangun Lampung Timur,” kata Ela saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Meski mengapresiasi inisiatif warga, Ela menegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tetap mengalokasikan anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan, termasuk di Desa Bandar Agung yang menjadi lokasi aksi swadaya masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan Jalan Wakidi sepanjang satu kilometer dan jalan menuju Umbul Gelimbung sepanjang 930 meter. Selain itu, terdapat proyek peningkatan Jalan Dusun Gelimbung Desa Bandar Agung dengan anggaran sekitar mengalokasikan anggaran sebesar Rp883 juta untuk peningkatan ruas Jalan Bandar Agung–Sadar Sriwijaya sepanjang 630 meter pada 2025. Ruas yang sama kembali mendapat anggaran, Desa Bandar Agung, menjadi perbincangan setelah video perbaikan jalan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, masyarakat memperbaiki jalan menggunakan dana hasil iuran warga membayar pajak kendaraan demi membeli material pembangunan jalan. Kisah tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak yang mengapresiasi kekompakan desa yang sama. Mereka mengumpulkan dana secara sukarela untuk mengecor jalan lingkungan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan. Setiap kepala keluarga menyumbang sesuai kemampuan, dengan nominal rata-rata antara jalan merupakan inisiatif para pemuda yang diprakuda Dusun 15 yang diprakarsai Garda Ngogosari dan didukung masyarakat. Setiap musyawarah saya selalu sampaikan, ini murn, target pembangunan jalan mencapai sekitar empat kilometer. Hingga kini, sekitar dua kilometer telah selesai dicor menggunakan dana swadaya, sedangkan sisanya akan dikerjakan secara karena warga telah lama menunggu pembangunan. Demi memperoleh akses transportasi yang lebih aman danada disampaikan warga lainnya, Sariman. Ia mengatakan seluruh biaya pembangunan berasal Rp974,1 juta.

Pemkab juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp883 juta untuk peningkatan ruas Jalan Bandar Agung–Sadar Sriwijaya sepanjang 630 meter pada 2025. Ruas yang sama kembali mendapat anggaran sekitar Rp683,8 juta untuk pembangunan sepanjang 500 meter.

Warga Patungan Karena Menunggu Perbaikan Jalan Terlalu Lama
Sebelumnya, aksi gotong royong warga Dusun Umbul Gelimbung, Desa Bandar Agung, menjadi perbincangan setelah video perbaikan jalan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, masyarakat memperbaiki jalan menggunakan dana hasil iuran warga tanpa bantuan pemerintah.

Seorang warga bahkan mengaku mengalihkan dana yang semula disiapkan untuk membayar pajak kendaraan demi membeli material pembangunan jalan. Kisah tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak yang mengapresiasi kekompakan warga, sementara sebagian lainnya mempertanyakan lambatnya penanganan infrastruktur dasar.

Aksi serupa kemudian dilakukan warga Dusun 15 dan Dusun 16 di desa yang sama. Mereka mengumpulkan dana secara sukarela untuk mengecor jalan lingkungan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan. Setiap kepala keluarga menyumbang sesuai kemampuan, dengan nominal rata-rata antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu.

Tokoh masyarakat Dusun 15, Rahmat Suwondo, mengatakan pembangunan jalan merupakan inisiatif para pemuda yang diprakarsai Garda Ngogosari dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Ini murni inisiatif pemuda Dusun 15 yang diprakarsai Garda Ngogosari dan didukung masyarakat.Setiap musyawarah saya selalu sampaikan, ini murni keikhlasan warga untuk membangun lingkungan yang lebih baik,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, target pembangunan jalan mencapai sekitar empat kilometer. Hingga kini, sekitar dua kilometer telah selesai dicor menggunakan dana swadaya, sedangkan sisanya akan dikerjakan secara bertahap mengikuti kemampuan masyarakat.

Ia menjelaskan, keputusan memperbaiki jalan secara mandiri lahir karena warga telah lama menunggu pembangunan. Demi memperoleh akses transportasi yang lebih aman dan nyaman, masyarakat akhirnya memilih bergotong royong.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Sariman. Ia mengatakan seluruh biaya pembangunan berasal dari sumbangan sukarela masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.

“Ini murni dari masyarakat, gotong royong. Setiap rumah ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting kami punya semangat yang sama, yakni ingin memiliki jalan yang lebih baik,” katanya.

Perbaikan jalan secara swadaya menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat dalam mengatasi persoalan infrastruktur. Namun, di saat yang sama, kondisi tersebut juga menjadi pengingat pentingnya percepatan pembangunan jalan oleh pemerintah agar akses transportasi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas warga dapat berjalan lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga “Ketua DPRD Lebak Bantah Terlibat Dugaan Penculikan Aktivis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *