Kemenhut Targetkan Pemulihan 250 DAS Kritis untuk Pulihkan Ekosistem dalam Lima Tahun
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan prioritas pemulihan terhadap 250 Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis di Indonesia dalam lima tahun ke depan. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan laju degradasi lahan sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan hidup di berbagai wilayah.
Langkah ini dilakukan di tengah tantangan besar pengelolaan sumber daya alam, mengingat ribuan DAS di Indonesia berada dalam kondisi yang membutuhkan intervensi serius. Pemerintah menilai pemulihan DAS menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem, ketersediaan air, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Baca Juga “Rekaman awal Coldplay dilelang, termasuk demo lagu tema “James Bond”“
Dari 4.400 DAS Kritis, 250 Menjadi Prioritas Utama
Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut, Dyah Murtiningsih, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sekitar 42.000 DAS. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.400 DAS tercatat dalam kondisi kritis dan memerlukan pemulihan.
Dari ribuan DAS tersebut, pemerintah menetapkan 250 DAS sebagai prioritas utama dalam lima tahun mendatang. Penetapan ini dilakukan berdasarkan sejumlah parameter teknis yang telah disusun oleh kementerian.
Dyah menegaskan bahwa fokus pemulihan diarahkan pada DAS yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia di Jakarta.
Indikator Penilaian DAS Kritis Mengacu Standar Global
Kemenhut menggunakan beberapa indikator untuk menentukan status kritis suatu DAS. Penilaian tersebut mengacu pada standar United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD).
Tiga indikator utama yang digunakan meliputi kondisi tutupan lahan, tingkat produktivitas lahan, dan cadangan karbon tanah (soil carbon). Selain itu, indikator fisik seperti tingkat erosi, besarnya limpasan air (run-off), serta gangguan hidrologi juga menjadi pertimbangan penting.
Kombinasi indikator tersebut digunakan untuk memastikan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada aspek vegetasi, tetapi juga pada fungsi ekologis DAS secara menyeluruh.
DAS Besar di Pulau Jawa Masuk Daftar Prioritas
Sejumlah DAS besar di Pulau Jawa menjadi bagian dari daftar prioritas pemulihan. Wilayah tersebut mencakup DAS Serayu, Opak, Progo, Brantas, Pemali, Jratun, Cimanuk, Citanduy, Citarum, hingga Ciliwung.
Menurut Dyah, tingginya aktivitas manusia di wilayah DAS tersebut menjadi salah satu faktor utama tekanan lingkungan. Aktivitas dari sektor rumah tangga, industri, hingga usaha swasta turut memengaruhi kondisi ekologis kawasan tersebut.
Ia menekankan bahwa pengelolaan DAS harus dilakukan secara bijak agar tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Pendekatan Rehabilitasi Dikaitkan dengan Kesejahteraan Masyarakat
Kemenhut menilai bahwa pemulihan DAS tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, program rehabilitasi juga dirancang untuk mendukung kesejahteraan warga yang tinggal di sekitar kawasan DAS.
Pendekatan ini mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan kegiatan ekonomi berbasis masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek rehabilitasi, tetapi juga pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Data Kemenhut menunjukkan tren positif dalam penurunan luas lahan kritis di Indonesia. Luas lahan kritis tercatat turun dari 14,3 juta hektare pada 2018 menjadi 12,3 juta hektare pada 2024 berdasarkan inventarisasi terbaru.
Indonesia Perkuat Peran Global dalam Isu Lingkungan
Keberhasilan program rehabilitasi lingkungan membuat posisi Indonesia semakin diperhitungkan dalam forum internasional. Indonesia bahkan dipercaya menjadi salah satu wakil dalam bidang sains dan teknologi pada UNCCD.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan lingkungan yang dilakukan Indonesia mendapat pengakuan global, terutama dalam pengelolaan DAS dan rehabilitasi hutan.
Pemulihan DAS Jadi Strategi Jangka Panjang Lingkungan Nasional
Kemenhut menegaskan bahwa program pemulihan 250 DAS kritis merupakan langkah strategis jangka panjang. Fokus utama tidak hanya pada perbaikan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga pada keberlanjutan fungsi ekologis dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan berbasis data, standar global, dan partisipasi masyarakat, pemerintah berharap kualitas DAS di Indonesia dapat terus membaik dalam lima tahun ke depan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan nasional di tengah tekanan perubahan iklim dan aktivitas manusia yang semakin meningkat.
Baca Juga “Pasar Jaya perluas operasi pasar beras-minyak untuk stabilisasi harga“