Mensos Dorong Jakarta Punya 5 Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat

Mensos Dorong Jakarta Bangun 5 Sekolah Rakyat Permanen
Gus Ipul Nilai Satu Sekolah Tidak Cukup untuk Tampung Kebutuhan Pendidikan Anak Kurang Mampu

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong agar Jakarta memiliki sedikitnya lima Sekolah Rakyat permanen. Penambahan fasilitas ini dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di ibu kota.

Saat ini, Jakarta baru memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di atas lahan milik Kementerian Sosial (Kemensos). Pemerintah pusat menilai kapasitas tersebut belum memadai untuk menampung kebutuhan pendidikan yang terus meningkat.

Gus Ipul menyampaikan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat di Jakarta harus dipercepat. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan agar pembangunan fasilitas pendidikan dapat segera direalisasikan.

“Maka itu saya terima kasih ini ada komitmen dari Pak Gubernur insyaallah setelah ini akan dicari tanah-tanah yang memungkinkan untuk bisa dibangun gedung permanen,” kata Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga “Kemendikdasmen: Revitalisasi sekolah tingkatkan pendapatan warung

Ia menegaskan bahwa satu sekolah permanen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Jakarta. Menurutnya, idealnya ibu kota memiliki hingga lima Sekolah Rakyat agar dapat menampung lebih dari 10.000 siswa.

“Dan tentu khusus untuk DKI tidak cukup hanya satu gedung permanen, kalau perlu ada lima sehingga bisa menampung sampai lebih 10.000 siswa Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Utama Pembangunan

Gus Ipul menjelaskan bahwa tantangan utama pembangunan Sekolah Rakyat di Jakarta adalah keterbatasan lahan. Kondisi ini berbeda dengan daerah lain yang umumnya membutuhkan lahan sekitar 6 hingga 8 hektare untuk satu sekolah permanen.

Di Jakarta, desain Sekolah Rakyat permanen disesuaikan dengan kondisi perkotaan. Pemerintah merancang pembangunan di atas lahan sekitar 3 hektare agar tetap efisien tanpa mengurangi kapasitas layanan pendidikan.

Penyesuaian ini menjadi bagian dari strategi agar program Sekolah Rakyat tetap dapat berjalan di wilayah dengan keterbatasan ruang seperti ibu kota. Pemerintah menilai fleksibilitas desain sangat penting untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan.

Sekolah Rintisan Gunakan Gedung Sementara Pemerintah

Selain pembangunan sekolah permanen, Kemensos juga menjalankan program Sekolah Rakyat rintisan. Program ini memanfaatkan gedung milik pemerintah yang dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Gus Ipul menjelaskan bahwa model ini menjadi solusi sementara untuk memastikan proses belajar tetap berjalan sambil menunggu pembangunan gedung permanen selesai.

“Untuk sekolah rintisan itu kita menggunakan gedung-gedung sementara yang dimiliki oleh pemerintah yang dinyatakan layak oleh Kementerian PU,” kata dia.

Saat ini, Kemensos telah menyiapkan sekitar 10 titik lokasi untuk menampung sekitar 1.000 siswa Sekolah Rakyat di Jakarta. Dari jumlah tersebut, delapan titik sudah memasuki tahap renovasi.

Beberapa lokasi yang digunakan antara lain gedung milik LAN di Pejompongan, serta titik lain di Marunda dan Curug. Seluruh lokasi tersebut difungsikan sebagai sekolah rintisan untuk mendukung kebutuhan pendidikan sementara.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Arah Pengembangan

Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas program Sekolah Rakyat. Ia berharap pemerintah daerah dapat mempercepat proses penyediaan lahan agar pembangunan sekolah permanen tambahan dapat segera dimulai.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Selain fasilitas belajar, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah perkotaan maupun wilayah lain di Indonesia.

Jika rencana pembangunan lima Sekolah Rakyat di Jakarta terealisasi, kapasitas pendidikan diperkirakan akan meningkat signifikan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan sekaligus memperkuat pemerataan layanan pendidikan nasional.

Dengan kombinasi sekolah permanen dan rintisan, pemerintah menargetkan keberlanjutan program tetap terjaga. Ke depan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia.

Baca Juga “Jurnalis AS Dorong Pembentukan Partai Ketiga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *