Ari Irham Latihan Vokal demi Film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis

Ari Irham Jalani Latihan Vokal dan Gitar Selama Dua Bulan demi Mendalami Film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis

Ari Irham menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan peran terbaru melalui film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis. Demi menghadirkan karakter anak band yang terasa alami dan meyakinkan, ia menjalani latihan vokal serta bermain gitar secara intensif selama dua bulan sebelum proses syuting dimulai.

Persiapan tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan aktingnya. Ari mengaku harus keluar dari zona nyaman karena belum memiliki kemampuan menyanyi yang cukup matang. Meski telah mengenal gitar sebelumnya, ia tetap membutuhkan latihan tambahan agar dapat memainkan instrumen tersebut dengan baik sesuai kebutuhan cerita.

Dalam proses latihan tersebut, Ari tidak menjalani persiapan seorang diri. Para pemeran lain juga mendapatkan pelatihan khusus sesuai dengan instrumen yang dimainkan oleh karakter masing-masing dalam film. Pendekatan tersebut dilakukan agar chemistry sebagai sebuah grup band dapat terlihat nyata saat tampil di depan kamera.

Ari menjelaskan bahwa proses latihan berlangsung secara intensif selama kurang lebih dua bulan. Kiky mendapat pelatihan bermain drum, Arbani mendalami permainan bas, Umay berlatih gitar, sementara dirinya fokus mengasah kemampuan gitar dan teknik vokal.

Menurut Ari, bagian vokal menjadi tantangan yang paling berat selama masa persiapan. Ia harus memahami teknik bernyanyi, mengatur nada, serta membangun rasa percaya diri ketika tampil sebagai seorang musisi dalam adegan film.

“Sekitar dua bulan. Dua bulan itu si Kiky belajar drum, terus Arbani belajar bas, Umay belajar gitar, terus aku belajar gitar dan juga vokal. Lumayan cukup susah karena aku belum punya basic menyanyi dan aku tidak terlalu familier sama gitar, tetapi aku punya sedikit dasar bermain gitar,” ujar Ari Irham saat ditemui di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2026).

baca juga”Pelaku Bawa Bom Molotov di Demo Mahasiswa Jadi Tersangka

Para Pemeran Dilatih Langsung oleh Musisi untuk Menciptakan Adegan Band yang Autentik

Salah satu aspek yang menjadi perhatian tim produksi adalah menghadirkan suasana kehidupan anak band secara realistis. Untuk mencapai tujuan tersebut, para pemain tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendapatkan bimbingan langsung dari musisi yang telah berpengalaman.

Kehadiran musisi profesional selama proses latihan memberikan pengalaman berbeda bagi para pemain. Mereka belajar mengenai cara berinteraksi dalam sebuah band, memahami ritme permainan antaranggota, hingga membangun kebiasaan yang biasa dilakukan oleh para musisi ketika berlatih bersama.

Ari menyebut pengalaman berlatih dengan band sungguhan menjadi bagian paling menyenangkan dalam persiapan film ini. Menurutnya, pelatihan tersebut membantu seluruh pemain menciptakan penampilan yang lebih hidup ketika kamera mulai merekam adegan pertunjukan musik.

“Ada anak band benar yang melatih kami. Itu yang membuat prosesnya seru karena kami benar-benar belajar seperti sebuah band. Saat menjalani adegan band dalam film ini, rasanya menjadi jauh lebih nyata,” ungkap Ari.

Latihan yang dilakukan selama beberapa bulan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para pemain, tetapi juga memperkuat hubungan antarpemeran. Kedekatan yang terbangun selama latihan menjadi modal penting agar hubungan antar karakter dalam cerita dapat terlihat alami.

Ari Irham Membuka Peluang Berkarier di Dunia Musik

Pengalaman mendalami vokal dan gitar melalui film ini juga menimbulkan pertanyaan dari para penggemarnya mengenai kemungkinan dirinya terjun lebih serius ke industri musik. Ari mengaku tidak menutup peluang untuk mengembangkan karier sebagai penyanyi apabila terdapat kesempatan yang tepat di masa depan.

Namun, ia menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah memberikan penampilan terbaik untuk karakter yang ia perankan. Keputusan untuk menekuni dunia tarik suara secara profesional akan bergantung pada perjalanan kariernya ke depan.

“Kalau memang nanti perjalanan karier mengarah ke sana dan ada kesempatan, kenapa tidak. Namun, kita lihat saja bagaimana nantinya,” kata Ari.

Sutradara Ferly Ungkap Seleksi Pemain Dilakukan Secara Ketat

Sutradara sekaligus produser Ferly mengungkapkan bahwa pemilihan pemain untuk film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis melalui proses yang tidak sederhana. Tim produksi mencari aktor muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akting, tetapi juga mempunyai ketertarikan dan kepekaan terhadap dunia musik.

Menurut Ferly, unsur musikal menjadi bagian penting dari cerita sehingga pemilihan pemeran harus dilakukan dengan cermat. Karakter dalam film ini digambarkan sebagai sekelompok anak muda yang memiliki kehidupan erat dengan musik dan perjalanan sebuah band.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan para pemain untuk memahami karakter seorang musisi akan sangat memengaruhi kualitas cerita yang ingin disampaikan kepada penonton.

“Sebenarnya dari awal pemilihan pemain kami sangat selektif dan prosesnya unik. Film ini tidak hanya membutuhkan aktor dan aktris, tetapi juga orang-orang yang memiliki jiwa bermusik,” ujar Ferly.

Film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis Angkat Cerita Kehidupan, Persahabatan, dan Perjalanan Anak Band

Film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis menghadirkan kisah tentang dinamika kehidupan anak band yang penuh dengan mimpi, persahabatan, konflik, serta proses menemukan jati diri. Cerita tersebut berupaya menggambarkan perjalanan anak muda dalam mengejar cita-cita mereka melalui musik.

Ferly mengatakan bahwa dirinya ingin suasana band dalam film terasa organik. Karena sebagian besar pemain masih berusia muda, ia berharap energi, interaksi, dan kebersamaan mereka dapat benar-benar mencerminkan kehidupan para anggota band pada umumnya.

Selain Ari Irham, film ini juga menghadirkan sejumlah aktor muda seperti Teuku Rizky, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, dan Askara Salim. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam membangun dunia cerita yang dekat dengan pengalaman generasi muda.

Melalui persiapan yang panjang, latihan musik secara intensif, dan proses pemilihan pemeran yang selektif, tim produksi berusaha menyajikan kisah anak band dengan pendekatan yang lebih autentik. Dedikasi Ari Irham dan para pemain lainnya menunjukkan bahwa transformasi seorang aktor tidak hanya bergantung pada kemampuan akting, tetapi juga kesiapan untuk mempelajari keterampilan baru demi menghidupkan karakter secara maksimal di layar lebar.

baca juga”Iwan Fals Hingga The Adams Siap Meriahkan RI Fest 2026, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *