REY BONG JADI PENGIKAT CHEMISTRY DI FILM AYAH, INI ARAHNYA KE MANA, YA?
Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? menghadirkan dinamika keluarga yang emosional dengan sentuhan realitas kehidupan remaja. Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada chemistry antara Mawar Eva De Jongh dan Rey Bong yang memerankan kakak beradik dengan karakter kontras.
Dalam cerita, Mawar memerankan Dira, sosok kakak yang ambisius dan perfeksionis. Sementara itu, Rey Bong memerankan Darin, adik yang sedang berada di fase pencarian jati diri. Interaksi keduanya menjadi elemen penting dalam membangun emosi cerita.
baca juga”Sindikat Judi Online Medan Target Rp6 Juta per Hari“
PERAN REY BONG SEBAGAI PENCair SUASANA DI LOKASI SYUTING
Di balik layar, Mawar mengungkap bahwa Rey Bong memiliki peran penting dalam menjaga kekompakan para pemain. Ia menyebut Rey sebagai sosok yang mampu mencairkan suasana selama proses reading hingga syuting berlangsung.
Menurut Mawar, kehadiran Rey membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih santai dan nyaman. Hal ini berdampak positif pada proses pendalaman karakter serta interaksi antar pemain.
“Kita sering bertemu saat reading, dan dia selalu mencairkan suasana. Kami menganggap dia seperti lem yang menyatukan keluarga ini,” ujar Mawar dalam sesi wawancara di Jakarta.
KARAKTER DARIN TAMPIL SEBAGAI REMAJA PENCARI PERHATIAN
Rey Bong menjelaskan bahwa karakter Darin memiliki latar belakang emosional yang kompleks. Ia menggambarkan Darin sebagai remaja yang memberontak karena kurangnya perhatian dalam keluarga yang sedang mengalami konflik.
Berbeda dengan Dira yang cenderung mengutamakan perasaan orang lain, Darin justru mengekspresikan kegelisahannya melalui sikap rebel. Perilaku tersebut menjadi bentuk pencarian perhatian sekaligus respons terhadap kondisi keluarga.
“Darin itu ada di usia 17 sampai 18 tahun, sedang mencari jati diri. Karena keluarganya tidak harmonis, dia mencari perhatian di luar,” jelas Rey.
PROSES PENDEKATAN DENGAN MAWAR YANG INTROVERT
Rey Bong juga membagikan pengalaman saat membangun kedekatan dengan Mawar yang dikenal memiliki kepribadian introvert. Pada awalnya, komunikasi di antara mereka tidak berjalan mudah karena Mawar cenderung pendiam.
Rey kemudian berinisiatif mencairkan suasana dengan berbagai cara, termasuk mengajak bercanda dan membangun komunikasi santai di luar naskah. Upaya tersebut akhirnya membantu keduanya membangun chemistry yang kuat di layar.
“Awalnya dia hanya merespons dengan anggukan. Saya harus mencari cara agar komunikasi lebih cair, sampai akhirnya kami bisa lebih dekat,” ujarnya.
FILM KELUARGA DENGAN ISU RELATE BAGI REMAJA
Film ini merupakan adaptasi dari karya Khoirul Trian dan diproduksi oleh Five Elements Pictures bersama Kults Creative. Selain Mawar dan Rey, film ini juga dibintangi oleh Dwi Sasono dan Unique Priscilla.
Cerita berfokus pada hubungan anak dan orang tua yang secara fisik dekat, tetapi secara emosional terasa jauh. Tema ini dinilai relevan dengan kondisi banyak keluarga modern, terutama dalam menghadapi tantangan komunikasi.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 April 2026 dan diproyeksikan menarik perhatian penonton muda yang sedang mengalami fase serupa dalam kehidupan mereka.
PENUTUP: CHEMISTRY KUAT JADI KUNCI DAYA TARIK FILM
Kehadiran Rey Bong sebagai sosok pengikat dinamika antar karakter memberikan nilai tambah bagi film ini. Sementara itu, peran Mawar De Jongh menghadirkan kedalaman emosi yang memperkuat cerita.
Kombinasi akting, cerita yang relevan, serta pendekatan karakter yang realistis membuat film ini berpotensi menjadi salah satu tontonan keluarga yang kuat secara emosional. Ke depan, film dengan tema relasi keluarga seperti ini diperkirakan akan terus diminati penonton Indonesia.
baca juga”7 Potret Fasad Rumah Baru Ria Ricis, Elegan dan Mewah“