BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG untuk Awasi Menu

BGN

BGN Gunakan Aplikasi Digital untuk Pantau Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Guru Sekolah dan Posyandu Jadi Pengawas Langsung Distribusi Menu MBG di Daerah

Badan Gizi Nasional mulai memperkuat sistem pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peluncuran aplikasi digital bernama Reviu Menu MBG. Platform tersebut dirancang untuk memudahkan pemantauan kualitas makanan sekaligus mempercepat laporan dari lapangan apabila ditemukan kendala distribusi maupun penurunan mutu menu.

Baca Juga “26 RT di Jakarta Timur Banjir Pagi Ini

Langkah ini dilakukan di tengah perluasan implementasi program MBG di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah ingin memastikan makanan yang diterima masyarakat tetap memenuhi standar keamanan, kualitas, dan gizi yang telah ditetapkan.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menjelaskan aplikasi tersebut memungkinkan proses pengawasan dilakukan langsung oleh pihak yang berada dekat dengan penerima manfaat setiap hari.

Menurut Sony, pengawasan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melibatkan penilaian langsung terhadap kondisi makanan yang diterima di lapangan. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena laporan dapat dikirim secara cepat dan berbasis kondisi nyata.

Dalam sistem yang baru diluncurkan itu, guru sekolah dan kepala pos pelayanan terpadu (posyandu) mendapat peran sebagai pengawas lapangan. Mereka bertugas menginput laporan terkait kualitas makanan setelah distribusi selesai dilakukan.

Guru yang ditunjuk sekolah akan memantau makanan yang diterima siswa penerima manfaat. Sementara itu, kepala posyandu melakukan evaluasi terhadap distribusi makanan untuk kelompok masyarakat yang berada dalam pengawasan layanan kesehatan komunitas.

Melalui aplikasi Reviu Menu MBG, pengguna diminta memberikan penilaian terhadap beberapa indikator utama. Penilaian mencakup waktu pengiriman makanan, kualitas aroma, cita rasa, tampilan makanan, hingga keberagaman menu yang diterima penerima manfaat.

BGN menilai sistem evaluasi digital ini mampu meningkatkan ketepatan pengawasan dibandingkan metode pelaporan manual. Data yang masuk akan langsung terhubung ke pusat pemantauan sehingga proses evaluasi dapat dilakukan secara lebih cepat.

Selain mempercepat pengawasan, aplikasi tersebut juga membantu pemerintah mengidentifikasi wilayah yang mengalami kendala distribusi. Dengan begitu, perbaikan dapat segera dilakukan tanpa harus menunggu laporan berkala.

Sony mengatakan keterlibatan guru dan kepala posyandu diharapkan dapat menciptakan pengawasan berlapis terhadap program MBG. Pemerintah ingin memastikan seluruh mitra penyedia makanan menjaga kualitas distribusi secara konsisten.

“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG,” kata Sony dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Data awal dari sistem Reviu Menu MBG menunjukkan mayoritas laporan yang masuk memberikan penilaian positif terhadap kualitas makanan. Hingga Sabtu malam (23/5/2026), tercatat sebanyak 1.707 laporan telah diterima dari berbagai daerah pelaksana program.

Sebagian besar laporan menyatakan makanan yang didistribusikan masih dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi. Tingkat kelayakan makanan tercatat mencapai hampir seluruh laporan yang masuk ke sistem pemantauan.

Selain kualitas makanan, tingkat ketepatan distribusi juga menjadi salah satu fokus evaluasi pemerintah. Mayoritas laporan menyebut pengiriman makanan dilakukan sesuai jadwal atau bahkan tiba lebih awal.

Meski demikian, BGN masih menemukan sejumlah laporan keterlambatan distribusi di beberapa wilayah. Temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem logistik dan pengiriman makanan pada tahap berikutnya.

Pemerintah juga menaruh perhatian terhadap aspek rasa dan tampilan makanan karena berkaitan langsung dengan tingkat penerimaan penerima manfaat. Berdasarkan laporan yang masuk, sebagian besar menu dinilai masih memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Program ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah dan kelompok rentan secara lebih merata.

Selain aspek kesehatan, program MBG juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Pemerintah berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung perputaran ekonomi daerah melalui keterlibatan penyedia makanan lokal.

Karena cakupan program yang luas, pengawasan distribusi menjadi tantangan utama dalam pelaksanaannya. Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi untuk mempercepat pengendalian mutu di lapangan.

Sistem pengawasan berbasis aplikasi juga dinilai mampu meningkatkan transparansi pelaksanaan program pemerintah. Setiap laporan yang masuk dapat dipantau secara langsung dan menjadi dasar evaluasi bagi pengelola program maupun mitra distribusi.

Ke depan, BGN akan terus menyempurnakan sistem Reviu Menu MBG agar proses pemantauan menjadi lebih komprehensif. Pemerintah juga membuka peluang pengembangan fitur baru untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan program.

Dengan penguatan sistem digital dan keterlibatan masyarakat, pemerintah berharap kualitas distribusi makanan dalam program MBG dapat terus terjaga. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan manfaat gizi diterima masyarakat secara optimal.

Baca Juga “DPR-Pemerintah Rapat Tertutup Bahas Situasi Terkini Pascabencana di Sumatera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *