Prabowo Tanyakan Kurs Dolar Usai Serahkan Alutsista ke TNI di Halim Perdanakusuma
Momen Prabowo dan Purbaya Jadi Sorotan di Tengah Pelemahan Rupiah
Presiden RI Prabowo Subianto sempat menanyakan kondisi nilai tukar dolar Amerika Serikat kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai acara penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Momen singkat tersebut terjadi setelah Prabowo menyelesaikan agenda penyerahan sejumlah alutsista dan persenjataan untuk memperkuat pertahanan nasional. Seusai sesi foto bersama, Presiden terlihat berdialog santai dengan sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan lembaga negara yang hadir.
Baca Juga “Sosok Bandar Kampung Narkoba Samarinda Ditangkap Saat Staycation di Hotel“
Dalam suasana informal itu, Prabowo menyalami satu per satu pejabat sebelum meninggalkan lokasi acara. Ketika tiba di hadapan Purbaya, Prabowo sempat melontarkan pertanyaan singkat terkait kondisi dolar AS.
“Dolar gimana?” tanya Prabowo kepada Purbaya.
Percakapan singkat tersebut langsung menarik perhatian karena terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Penyerahan Alutsista Dihadiri Pejabat Kabinet dan Pimpinan DPR
Acara penyerahan alutsista berlangsung di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Beberapa menteri Kabinet Merah Putih tampak hadir mendampingi Presiden.
Di lokasi acara terlihat Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Selain itu, Panglima TNI Agus Subiyanto juga hadir bersama pimpinan Komisi I DPR RI, termasuk Utut Adianto, Budi Djiwandono, dan Anton Sukartono.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy tampak berdiri di sekitar rombongan sambil mengikuti percakapan para pejabat.
Sjafrie Ungkap Purbaya Akan Berangkat Haji
Setelah Prabowo menanyakan kondisi dolar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang berdiri di belakang Presiden sempat menambahkan bahwa Purbaya akan segera berangkat menunaikan ibadah haji.
“Mau naik haji ini, Pak,” ujar Sjafrie sambil menunjuk ke arah Purbaya.
Prabowo kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan nada santai.
“Mau naik haji?” kata Prabowo.
Interaksi singkat itu memperlihatkan suasana akrab di antara para pejabat usai agenda resmi penyerahan alutsista TNI.
Dolar AS Menguat, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah
Pertanyaan Prabowo mengenai dolar muncul di tengah penguatan mata uang Amerika Serikat terhadap rupiah. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 09.10 WIB, nilai tukar dolar AS tercatat mencapai Rp17.658.
Angka tersebut naik sekitar 61 poin atau 0,35 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Posisi itu sekaligus menjadi level terlemah rupiah terhadap dolar AS sepanjang sejarah.
Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang global lainnya. Kondisi tersebut dipengaruhi sentimen ekonomi internasional, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan ketidakpastian pasar global.
Pelemahan rupiah biasanya berdampak pada berbagai sektor, mulai dari biaya impor, harga bahan baku industri, hingga tekanan terhadap inflasi domestik. Karena itu, pergerakan kurs dolar menjadi salah satu indikator ekonomi yang terus dipantau pemerintah dan pelaku pasar.
Pemerintah Fokus Perkuat Pertahanan dan Stabilitas Ekonomi
Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah tetap melanjutkan agenda penguatan pertahanan nasional melalui modernisasi alutsista TNI. Penyerahan persenjataan dan alat pertahanan baru dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan militer menghadapi tantangan keamanan regional.
Pada saat yang sama, stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi nasional.
Momen percakapan singkat antara Prabowo dan Purbaya mencerminkan perhatian pemerintah terhadap perkembangan ekonomi makro, bahkan di sela agenda pertahanan negara. Pemerintah diperkirakan akan terus memantau pergerakan pasar keuangan global sambil menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan eksternal.
Baca Juga “Rumah Penulis Ahmad Bahar Digeruduk GRIB Jaya, Anak Perempuannya Disandera“