Konflik Iran–AS–Israel Memasuki Hari Kelima di Tengah Eskalasi Serangan
Konflik bersenjata antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel terus meningkat dan memasuki hari kelima pada Rabu, 4 Maret 2026. Serangan udara dilaporkan kembali mengguncang ibu kota Iran, Teheran, sementara ketegangan diplomatik semakin tajam setelah pernyataan keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Perang yang meluas di kawasan Timur Tengah ini memicu kekhawatiran global karena dampaknya tidak hanya terjadi di Iran dan Israel. Sejumlah negara di kawasan Teluk juga mulai merasakan efek eskalasi konflik, baik melalui serangan drone maupun ancaman terhadap fasilitas strategis.
Serangan Udara Besar Menargetkan Teheran
Militer Israel mengumumkan peluncuran “gelombang besar” serangan udara yang menargetkan sejumlah lokasi strategis di Teheran. Media lokal Iran melaporkan kepulan asap tebal di beberapa titik pusat kota yang menjadi lokasi berbagai gedung pemerintahan.
Laporan media juga menyebut salah satu dari dua bandara utama di Teheran ikut menjadi sasaran serangan. Serangan ini menambah intensitas operasi militer yang berlangsung sejak dimulainya konflik beberapa hari sebelumnya.
baca juga”Fakta Sepekan Perang Iran vs AS: Kurdi Bantu AS, Perang Meluas ke Asia“
Situasi keamanan di ibu kota Iran semakin tegang setelah sejumlah fasilitas yang diduga terkait dengan aktivitas militer dan politik menjadi target serangan.
Trump Sebut Negosiasi Sudah Terlambat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa peluang dialog dengan Iran sudah tidak lagi relevan dalam situasi saat ini. Ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui media sosial di tengah meningkatnya serangan militer di kawasan.
“Pertahanan udara mereka, angkatan udara, angkatan laut, dan kepemimpinan mereka sudah hilang. Mereka ingin berbicara. Saya katakan: terlambat,” tulis Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan dua hari setelah Trump sebelumnya menyebut masih terbuka terhadap kemungkinan dialog diplomatik.
Perubahan sikap tersebut muncul setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beberapa hari sebelumnya.
Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh perwakilan Iran di forum internasional. Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa menegaskan bahwa Teheran tidak pernah menghubungi Washington untuk membuka jalur negosiasi.
Target Serangan Termasuk Infrastruktur Politik dan Nuklir
Selain fasilitas militer, sejumlah lokasi yang memiliki nilai politik juga dilaporkan menjadi sasaran serangan. Media Iran melaporkan sebuah gedung di kota Qom yang terkait dengan komite pemilihan pemimpin tertinggi baru turut diserang.
Kantor berita Tasnim juga menyebut markas utama komite tersebut di Teheran telah menjadi target serangan sehari sebelumnya.
Militer Israel mengklaim bahwa salah satu target utama operasi adalah fasilitas bawah tanah di pinggiran timur Teheran. Fasilitas tersebut disebut digunakan oleh ilmuwan Iran untuk mengembangkan komponen penting program senjata nuklir.
Dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Washington, Trump mengatakan sebagian besar kandidat potensial pengganti Khamenei juga telah tewas dalam serangan terbaru.
Meski demikian, Trump mengakui kemungkinan munculnya pemimpin baru yang tetap mempertahankan kebijakan politik yang sama dengan pemerintahan sebelumnya.
Iran Melancarkan Serangan Balasan ke Kawasan Teluk
Iran terus melancarkan serangan balasan ke berbagai target yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Israel, tetapi juga meluas ke sejumlah negara di kawasan Teluk.
Serangan drone dilaporkan memicu kebakaran di dekat Konsulat Amerika Serikat di Dubai. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan seluruh personel diplomatik berada dalam kondisi aman.
Di Arab Saudi, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan drone. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Kuwait City juga menjadi target serangan pada awal pekan.
Beberapa negara Teluk melaporkan berhasil mencegat serangan yang mengarah ke fasilitas strategis mereka.
Qatar menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal yang menuju Bandara Internasional Hamad di Doha. Oman melaporkan serangan drone terhadap Pelabuhan Duqm, sedangkan Uni Emirat Arab menyebut serpihan drone yang dicegat memicu kebakaran di area penyimpanan minyak.
IRGC Luncurkan Gelombang Rudal ke Israel
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengumumkan peluncuran salvo baru berupa sejumlah besar rudal yang diarahkan ke wilayah Israel.
Serangan ini menjadi bagian dari upaya balasan Iran terhadap operasi militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Seorang jenderal Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa jika pusat-pusat utama Iran terus diserang, maka negara tersebut akan menargetkan pusat-pusat ekonomi penting di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik ke wilayah yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas ekonomi regional.
Risiko Dampak Global Semakin Besar
Eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memunculkan kekhawatiran baru bagi stabilitas global. Kawasan Teluk merupakan jalur penting perdagangan energi dunia, terutama minyak dan gas alam.
Gangguan terhadap infrastruktur energi atau jalur pelayaran di wilayah tersebut dapat memicu dampak besar terhadap harga energi global dan stabilitas ekonomi internasional.
Sejumlah pengamat keamanan internasional juga memperingatkan bahwa konflik yang semakin meluas berpotensi menarik keterlibatan lebih banyak negara.
Ketegangan Diplomatik dan Masa Depan Konflik
Di tengah eskalasi militer, Iran melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki tanggung jawab untuk menghentikan perang.
Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi di lapangan. Serangan udara dan balasan militer terus berlangsung di berbagai wilayah.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas.
Jika tidak segera dikendalikan melalui jalur diplomasi internasional, konflik ini dapat memicu dampak geopolitik dan ekonomi yang signifikan bagi kawasan Timur Tengah dan dunia.
baca juga”14 Update Terbaru Perang AS-Israel: Erdogan Warning-NATO Siaga Rudal“