Gunung Semeru Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Waspada

Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Warga Diminta Waspada

JAKARTA, 20 Maret 2026 – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada pagi ini. Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.26 WIB, diikuti dengan erupsi kedua pada pukul 06.40 WIB. Dalam kedua kejadian ini, Gunung Semeru mengeluarkan abu vulkanik dengan intensitas yang cukup tinggi, mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.

baca juga”Polisi Imbau Warga Jakarta Tak Konvoi Malam Takbiran 2026

Erupsi Pertama: Kolom Letusan Mencapai 1.000 Meter

Menurut laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.26 WIB. Kolom letusan teramati dengan tinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke timur laut.

“Erupsi masih berlangsung saat laporan ini dibuat. Kolom abu yang terbentuk cukup besar dan bergerak ke arah timur laut,” kata Mukijo.

Erupsi Kedua: Kolom Abu Mencapai 500 Meter

Tak lama setelah erupsi pertama, Gunung Semeru kembali meletus pada pukul 06.40 WIB. Kolom letusan teramati dengan tinggi sekitar 500 meter di atas puncak, yang setara dengan 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu kali ini berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke arah utara.

“Erupsi kedua ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik,” jelas Mukijo.

Status Aktivitas Gunung Semeru: Siaga

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Semeru pada Level III (Siaga). Dengan status tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di area yang berpotensi terdampak langsung oleh erupsi.

Wilayah yang Dilarang untuk Aktivitas:

Sektor Tenggara: Sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak hingga 13 kilometer dari puncak.

Jarak 500 Meter dari Tepi Sungai: Masyarakat di sepanjang Besuk Kobokan diminta untuk menjauhi tepi sungai, karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar.

Radius 5 Kilometer dari Puncak Gunung Semeru: Area ini berisiko terhadap lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan warga.

Potensi Bahaya yang Diperhatikan oleh Masyarakat

Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Semeru juga diminta untuk mewaspadai sejumlah potensi bahaya lainnya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik tersebut. Beberapa potensi ancaman yang harus diperhatikan adalah:

Awan Panas: Potensi terjadinya awan panas yang bisa meluncur ke lereng gunung dan menuruni sungai-sungai kecil yang berhulu di puncak Semeru.

Guguran Lava: Dapat terjadi di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak gunung, terutama pada Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Lahar: Terjadi di sepanjang anak sungai dari Besuk Kobokan yang berpotensi terlanda lahar panas, terutama setelah hujan yang bisa meningkatkan laju aliran lahar.

Upaya Pengamanan dan Imbauan ke Masyarakat

PVMBG bersama dengan pemerintah setempat dan otoritas terkait terus memantau aktivitas Gunung Semeru untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Selain itu, pihak berwenang juga melakukan upaya pengamanan di area yang terancam erupsi, serta mendistribusikan informasi terkait potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.

“Warga yang berada di daerah rawan erupsi diminta untuk mengikuti petunjuk dan imbauan dari pihak berwenang untuk menghindari dampak yang lebih buruk,” ujar Mukijo.

Penutupan: Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Erupsi Gunung Semeru pagi ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya. Dengan status Siaga yang dikeluarkan oleh PVMBG, diharapkan warga dapat menghindari kawasan-kawasan yang terancam erupsi, serta tidak beraktivitas di jalur yang rawan terlanda awan panas atau lahar.

Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat guna memastikan keselamatan diri dan lingkungan sekitar. Pihak berwenang akan terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah risiko yang lebih besar.

baca juga”Puncak Arus Mudik Lebaran 19 Maret 2026: 193.000 Kendaraan Masuk Yogya dalam Sehari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *