Iran Pertimbangkan Izinkan Tanker di Selat Hormuz Pakai Yuan

Iran Pertimbangkan Izinkan Tanker Lewat Selat Hormuz Jika Transaksi Gunakan Yuan

Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan kebijakan baru terkait lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Teheran disebut membuka kemungkinan mengizinkan sejumlah kapal tanker melintas jika transaksi minyak menggunakan mata uang yuan milik China.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior Iran kepada media Amerika Serikat, CNN. Laporan itu kemudian dipublikasikan pada Jumat (13/3/2026). Kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal pemerintah Iran.

Jika diterapkan, langkah itu dapat memengaruhi perdagangan energi global. Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia sehingga setiap perubahan kebijakan di kawasan ini langsung berdampak pada pasar energi internasional.

baca juga”Kubu Demokrat AS Khawatir soal Perang Iran Usai Penjelasan Trump

Rencana Iran Mengatur Ulang Arus Kapal Tanker

Pejabat Iran menyatakan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari rencana Teheran untuk mengatur ulang arus kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz. Pemerintah Iran ingin mengendalikan lalu lintas energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan yang dikutip dari Daily Sabah pada Minggu (15/3/2026), Iran mempertimbangkan pemberian izin secara terbatas kepada kapal tanker tertentu. Persyaratan utama adalah penggunaan yuan sebagai alat pembayaran dalam transaksi minyak.

Selama ini, perdagangan minyak global umumnya menggunakan dolar Amerika Serikat. Mata uang tersebut telah lama menjadi standar dalam transaksi energi internasional.

Namun beberapa negara mulai menggunakan alternatif mata uang lain. Rusia, misalnya, menggunakan rubel atau yuan dalam sebagian transaksi energi setelah menghadapi sanksi internasional.

China juga terus berupaya memperluas penggunaan yuan dalam perdagangan energi global. Meski begitu, dolar AS masih menjadi mata uang cadangan utama dunia dan tetap mendominasi pasar komoditas internasional.

Pentingnya Selat Hormuz bagi Pasokan Energi Dunia

Selat Hormuz memiliki peran vital dalam rantai pasokan energi global. Jalur laut sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia.

Setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak melewati jalur tersebut. Angka itu setara dengan sekitar seperlima dari konsumsi minyak dunia.

Selain minyak, sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair (LNG) global juga melintasi perairan ini. Karena itu, gangguan kecil sekalipun di Selat Hormuz dapat memicu gejolak besar di pasar energi dunia.

Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pengiriman melalui jalur ini telah mendorong harga minyak global naik. Harga minyak dilaporkan mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022 di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Peringatan PBB soal Dampak Pembatasan Jalur Energi

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut menyoroti situasi di Selat Hormuz. Pada Jumat (13/3), organisasi internasional tersebut memperingatkan potensi dampak luas jika jalur pelayaran itu mengalami pembatasan.

PBB menilai gangguan pada jalur energi tersebut tidak hanya memengaruhi pasar minyak. Situasi itu juga dapat mengganggu operasi kemanusiaan dan logistik internasional yang bergantung pada stabilitas transportasi laut di kawasan.

Banyak negara mengandalkan jalur ini untuk mengirim energi, bahan pangan, serta berbagai kebutuhan penting lainnya.

Ketegangan Regional Picu Penutupan Selat Hormuz

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran secara efektif menutup akses Selat Hormuz sejak 1 Maret 2026. Langkah tersebut diambil setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran pada 28 Februari.

Konflik yang terus berkembang dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Sekitar 1.300 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Di antara korban yang dilaporkan meninggal adalah pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sejak kejadian tersebut, ketegangan militer di Timur Tengah terus meningkat.

Ke depan, keputusan Iran terkait penggunaan yuan dalam transaksi minyak dan pembukaan terbatas Selat Hormuz akan menjadi perhatian utama pasar energi global. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi dinamika geopolitik sekaligus sistem perdagangan energi internasional.

baca juga”KPK: Polres Cilacap jadi Penerima THR ‘Haram’ Bupati Syamsul Auliya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *