Rano Karno Resmikan Bioskop Jaksinema di Rusun Pasar Rumput

Rano Karno

Rano Karno Resmikan Jaksinema di Rusun Pasar Rumput
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Jaksinema di Rumah Susun Pasar Rumput, Tebet, Jakarta Selatan. Bioskop mini tersebut hadir untuk memperluas akses masyarakat terhadap film Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem Jakarta Kota Sinema.

Baca Juga “Pengacara Klaim 40 Aturan Dilanggar Penegak Hukum di Perkara Febrie

Jaksinema menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendekatkan ruang pemutaran film dengan masyarakat. Bioskop tersebut secara khusus menayangkan film Indonesia dengan harga tiket yang relatif terjangkau.

Jaksinema Pasar Rumput Hadirkan 43 Kursi
Jaksinema Pasar Rumput memiliki kapasitas 43 kursi. Bioskop mini ini memusatkan pemutarannya pada film-film Indonesia sebagai ruang apresiasi terhadap karya sineas nasional.

Harga tiket ditetapkan Rp15 ribu pada hari biasa. Pada akhir pekan, harga tiket menjadi Rp20 ribu.

Rano mengatakan kehadiran Jaksinema dapat memperluas akses masyarakat terhadap film nasional. Menurutnya, ruang pemutaran yang berada dekat dengan permukiman dapat membuat pengalaman menikmati film lebih mudah dijangkau warga.

“Jaksinema hadir melengkapi ikhtiar terwujudnya visi tersebut dengan menghadirkan bioskop mini yang memutar film-film Indonesia,” kata Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Pemprov DKI Bangun Ekosistem Jakarta Kota Sinema
Pemprov DKI telah menjalankan sejumlah inisiatif untuk mengembangkan ekosistem perfilman Jakarta. Upaya tersebut mencakup pembentukan Jakarta Film Commission dan platform layanan terpadu Filming in Jakarta.

Pemerintah daerah juga memberikan dukungan melalui pengurangan hingga 50 persen Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk pemutaran film nasional.

Rangkaian kebijakan tersebut diarahkan untuk menciptakan ekosistem perfilman yang mencakup produksi hingga distribusi. Kehadiran Jaksinema menambah sisi pemutaran dan apresiasi film di tingkat masyarakat.

Rano menilai kota sinema membutuhkan dukungan yang menyeluruh. Menurutnya, kebijakan, produksi, pengembangan talenta, serta fasilitas pemutaran perlu berkembang secara beriringan.

Penonton Film Indonesia Capai 40,7 Juta
Rano menyebut data Cinepoint dan pelacakan film nasional menunjukkan sekitar 93 film Indonesia telah tayang sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Jumlah penonton film nasional pada periode tersebut mencapai sekitar 40.711.772 orang. Pangsa penonton film nasional juga disebut telah mencapai sekitar 67 persen pada 2026.

Data tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap film Indonesia tetap tinggi. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan Pemprov DKI untuk memperluas akses pemutaran film dengan menghadirkan fasilitas di lingkungan masyarakat.

“Di tengah perkembangan tersebut, kita perlu merespons kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi terhadap film Indonesia dengan menghadirkan Jaksinema yang lebih dekat kepada warga dengan harga yang terjangkau,” ujar Rano.

Jaksinema Dukung Aktivitas Ekonomi Kreatif
Keberadaan bioskop di kawasan rumah susun dan pasar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menonton film. Pemprov DKI melihat ruang pemutaran tersebut dapat menciptakan aktivitas baru di sekitar kawasan.

Kehadiran pengunjung berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di lingkungan pasar. Ekosistem tersebut juga dapat membuka peluang bagi subsektor ekonomi kreatif lain untuk berkembang.

Rano mengatakan akses yang semakin mudah terhadap ruang pemutaran film dapat memperkuat ekosistem perfilman. Dampaknya diharapkan meluas ke berbagai subsektor kreatif yang berkaitan dengan industri film.

“Semakin mudah masyarakat menjangkau ruang pemutaran film, maka ekosistem film dan subsektor kreatif lainnya menjadi semakin kuat yang pada akhirnya turut menggerakkan industri kreatif di Jakarta,” katanya.

Perumda Pasar Jaya Ikut Hidupkan Kawasan
Rano juga mengapresiasi berbagai inovasi Perumda Pasar Jaya dalam mengembangkan kawasan pasar. Upaya tersebut mencakup revitalisasi, penataan pasar, penyediaan fasilitas pendukung, serta digitalisasi transaksi menggunakan QRIS.

Jaksinema hadir melalui kolaborasi Perumda Pasar Jaya dengan Layar Digi. Kolaborasi tersebut memperluas fungsi kawasan pasar dan rumah susun melalui tambahan fasilitas hiburan berbasis film nasional.

Integrasi berbagai fasilitas di kawasan tersebut dapat menciptakan ruang publik yang lebih beragam. Masyarakat tidak hanya menggunakan kawasan untuk kebutuhan perdagangan, tetapi juga untuk hiburan dan kegiatan kreatif.

Pemprov DKI Dorong Jaksinema di Rusun dan Pasar Lain
Pemprov DKI berencana mendorong pengembangan konsep serupa di rumah susun dan pasar lainnya. Langkah tersebut diharapkan membuat fasilitas hiburan dan apresiasi film semakin dekat dengan masyarakat.

Rano bahkan berharap Jaksinema dapat hadir di setiap rumah susun di Jakarta. Menurutnya, fasilitas tersebut juga dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas.

“Mudah-mudahan Jaksinema ada di setiap rumah susun di seluruh Jakarta, agar penghuni rumah susun mendapat tempat hiburan dan bisa menyalurkan bakat,” tuturnya.

Pengembangan jaringan pemutaran film di berbagai kawasan dapat memperluas jangkauan penonton film Indonesia. Strategi tersebut juga berpotensi memberikan ruang baru bagi talenta lokal untuk memperkenalkan karya mereka.

Jakarta Kota Sinema Perlu Dibangun sebagai Ekosistem
Rano menegaskan konsep Jakarta Kota Sinema tidak cukup diwujudkan melalui slogan. Pemerintah perlu membangun ekosistem yang mendukung seluruh rantai industri perfilman.

Ekosistem tersebut mencakup kebijakan yang mendukung, produksi film, pencarian dan pengembangan talenta, hingga penyediaan fasilitas pemutaran. Keterhubungan setiap elemen menjadi penting untuk menciptakan industri film yang berkelanjutan.

“Saya percaya bahwa kota sinema bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan menjadi ekosistem yang nyata dan menjadi bagian dari wajah Jakarta ke depan,” kata Rano.

Peresmian Jaksinema Pasar Rumput menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan film Indonesia kepada masyarakat. Jika konsep tersebut diperluas secara konsisten, ruang pemutaran film dapat menjadi bagian dari pengembangan budaya, hiburan, dan ekonomi kreatif di berbagai kawasan Jakarta.

Baca Juga “Polda Metro: Penundaan transaksi rekening AMPB berlangsung lima hari kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *