Kepsek SDN Tanggirejo Apresiasi Prabowo atas Revitalisasi

Kepsek SDN Tanggirejo

Revitalisasi SDN Tanggirejo Dimulai, Kepala Sekolah Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo
Program revitalisasi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, resmi dimulai sebagai upaya memperbaiki fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat. Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah yang dinilai telah memberikan perhatian cepat terhadap kondisi sekolah tersebut.

Baca Juga “Sampah Jakarta 9.059 Ton per Hari, Didominasi Sisa Makanan

Pengerjaan revitalisasi dimulai pada Sabtu, 25 Juli 2026, setelah sekolah menerima kunjungan dan peninjauan dari pihak Istana Kepresidenan. Proses tersebut menjadi tindak lanjut atas laporan mengenai kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan segera.

Revitalisasi Menyeluruh Dilakukan, Proses Belajar Mengajar Tetap Berjalan
Juwariyah mengatakan seluruh bagian bangunan yang mengalami kerusakan akan diperbaiki melalui program revitalisasi. Ia berharap proyek tersebut dapat mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kondisi SDN Tanggirejo menjadi kabar baik bagi seluruh warga sekolah. Ia mengaku bersyukur karena aspirasi yang selama ini disampaikan akhirnya mendapat respons melalui program revitalisasi.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden beserta seluruh jajaran pemerintah yang telah memprakarsai revitalisasi sekolah ini,” ujar Juwariyah.

Meski proses pembangunan telah dimulai, kegiatan belajar mengajar tidak dihentikan. Pihak sekolah menyusun berbagai penyesuaian agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa kehilangan waktu belajar selama masa renovasi berlangsung.

Sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergantian untuk beberapa rombongan belajar. Sementara itu, ruang kelas yang masih layak digunakan dibagi menggunakan sekat agar dapat dimanfaatkan oleh lebih dari satu kelompok siswa.

Selain memanfaatkan ruang kelas yang tersedia, pihak sekolah juga menggunakan musala sebagai ruang belajar sementara. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh siswa tetap memperoleh layanan pendidikan dengan baik hingga proses revitalisasi selesai.

Menurut Juwariyah, seluruh guru dan tenaga kependidikan turut berupaya menjaga kualitas pembelajaran meskipun aktivitas sekolah berlangsung di tengah proyek pembangunan. Koordinasi dengan orang tua siswa juga terus dilakukan agar proses belajar tetap berjalan lancar.

Kerusakan bangunan SDN Tanggirejo sebenarnya telah terjadi sejak awal tahun 2026. Ruang kelas VI menjadi bagian pertama yang mengalami kerusakan pada Januari. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada April, kerusakan juga ditemukan di ruang kantor guru.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan dipicu oleh serangan rayap yang telah merusak struktur bangunan berbahan kayu. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mengganggu keselamatan siswa dan tenaga pendidik apabila tidak segera ditangani.

Situasi itu kemudian mendapat perhatian publik setelah diberitakan secara luas. Respons cepat dari pemerintah membuat proses penanganan dapat segera dilakukan melalui program revitalisasi yang telah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, sebelumnya memastikan bahwa SDN Tanggirejo menjadi salah satu sekolah yang memperoleh program revitalisasi pada tahun anggaran 2026.

Ia menjelaskan Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, Dinas Pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat seluruh tahapan pelaksanaan revitalisasi.

Selain proses pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Tahapan tersebut menjadi bagian dari mekanisme pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan.

Menurut Gogot, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Program ini bertujuan memperbaiki kondisi sekolah yang mengalami kerusakan agar proses belajar berlangsung dalam lingkungan yang aman, sehat, dan layak.

Perbaikan sarana dan prasarana dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Sekolah dengan fasilitas yang memadai dapat mendukung kegiatan belajar mengajar, meningkatkan kenyamanan siswa, serta membantu guru menjalankan proses pembelajaran secara optimal.

Program revitalisasi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi kesenjangan kualitas infrastruktur pendidikan di berbagai daerah. Selain membangun ruang kelas yang lebih aman, pemerintah terus mendorong peningkatan fasilitas penunjang agar sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.

Bagi SDN Tanggirejo, dimulainya revitalisasi menjadi harapan baru setelah berbulan-bulan menghadapi keterbatasan akibat kerusakan bangunan. Warga sekolah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga siswa segera kembali belajar di ruang kelas yang lebih aman dan nyaman.

Ke depan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui fasilitas belajar yang memadai.

Baca Juga “Ayah di balik jeruji nikahkan putrinya di Lapas Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *