Penampakan Barang Bukti Bom Rakitan di MAN 3 Padang

Bom Rakitan

Densus 88 Dalami Dugaan Kepemilikan Perangkat Diduga Bom Rakitan oleh Siswa MAN 3 Padang
Penyelidikan Berfokus pada Asal Barang Bukti, Motif, dan Aktivitas Daring Terduga Pelaku

Aparat dari Densus 88 Antiteror Polri masih menyelidiki dugaan kepemilikan perangkat yang diduga berkaitan dengan bom rakitan oleh seorang siswa MAN 3 Padang berinisial R. Penanganan kasus dilakukan setelah pihak sekolah melaporkan penemuan sejumlah barang mencurigakan yang ditemukan di lingkungan sekolah. Seluruh barang telah diamankan sebagai barang bukti, sementara penyidik terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan kronologi dan latar belakang kejadian.

Baca Juga “Modus Scam Makin Canggih, Bos OJK: Siapa Pun Bisa Kena

Proses penyelidikan bermula ketika petugas keamanan sekolah menemukan beberapa benda yang dinilai tidak lazim. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada kepolisian untuk mengantisipasi potensi risiko keamanan. Tim dari Densus 88 kemudian turun ke lokasi bersama jajaran Polda Sumatera Barat guna melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan area.

Dalam penanganan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus. Barang bukti meliputi sebuah kotak berwarna hitam, tas, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta beberapa benda lain yang masih menjalani pemeriksaan forensik. Aparat menduga barang-barang tersebut berada dalam penguasaan siswa yang kini menjadi fokus penyelidikan.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengatakan identitas pihak yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan masih belum dapat dipastikan. Informasi tersebut baru berasal dari pengakuan awal terduga pelaku sehingga penyidik masih memerlukan bukti tambahan sebelum menarik kesimpulan. Pendalaman juga dilakukan melalui pemeriksaan saksi dan analisis terhadap barang bukti yang telah diamankan.

Selain menelusuri dugaan target, penyidik juga mengkaji pengakuan R mengenai proses belajar yang dilakukannya. Berdasarkan pemeriksaan awal, ia mengaku memperoleh pengetahuan mengenai perakitan bahan peledak melalui internet. Ia juga menyebut pernah membaca atau mengikuti informasi mengenai kasus ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025. Kepolisian menegaskan bahwa seluruh keterangan tersebut masih berada pada tahap verifikasi sehingga belum dapat dipastikan sebagai motif utama.

Hasil pemeriksaan sementara turut mengarah pada dugaan bahwa perangkat tersebut dirakit secara mandiri di rumah. Bahan-bahan yang digunakan, menurut pengakuan awal, diperoleh melalui pembelian secara daring tanpa diketahui orang tua. Penyidik kini menelusuri kebenaran informasi tersebut, termasuk asal pembelian barang dan kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam proses tersebut.

Tim penyidik juga mendalami aktivitas digital terduga pelaku. Dari keterangan sementara, R mengaku mengikuti beberapa grup di internet yang membahas topik terkait bahan peledak. Aparat masih melakukan analisis digital untuk memastikan isi aktivitas tersebut sekaligus menilai apakah terdapat komunikasi dengan pihak lain yang relevan terhadap penyelidikan.

Hingga proses penyelidikan berlangsung, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Kondisi di lingkungan sekolah juga telah dinyatakan aman setelah seluruh barang yang diduga berbahaya diamankan oleh petugas. Pemeriksaan terhadap barang bukti akan dilanjutkan melalui uji laboratorium guna mengetahui karakteristik dan tingkat risikonya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital pelajar memerlukan perhatian dari berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di sisi lain, aparat menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan yang sah. Densus 88 bersama Polda Sumatera Barat masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap fakta secara utuh sebelum menyampaikan kesimpulan resmi kepada publik.

Baca Juga “Polisi akan tes kejiwaan peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *