DEWI PERSSIK UNGKAP INSIDEN VIDEO THR DIREKAM TETANGGA DAN DIJUAL KE AKUN GOSIP
Momen Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan justru menyisakan kekecewaan bagi pedangdut Dewi Perssik. Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) yang ia jalankan setiap tahun di kampung halamannya, Jember, berubah menjadi polemik setelah direkam tanpa izin dan diperjualbelikan ke akun gosip.
Baca Juga “3 Berita Artis Terheboh: Suami Clara Shinta Tersandung Gosip, Marshrel Nyaris Meninggal“
Insiden tersebut tidak hanya menyangkut privasi, tetapi juga melibatkan sang ibunda yang ikut hadir dalam kegiatan sosial itu. Dewi Perssik pun akhirnya buka suara untuk meluruskan kejadian sekaligus menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi.
KRONOLOGI KEJADIAN SAAT PEMBAGIAN THR DI JEMBER
Peristiwa bermula ketika Dewi Perssik menggelar kegiatan berbagi THR kepada ribuan warga di Jember. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan keluarga yang selalu dinantikan masyarakat setempat.
Dalam acara tersebut, suasana berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Warga datang secara bergiliran untuk menerima bantuan, sementara keluarga Dewi Perssik, termasuk ibundanya, turut terlibat langsung dalam proses pembagian.
Namun, tanpa sepengetahuan pihak keluarga, salah seorang tetangga merekam jalannya kegiatan tersebut. Rekaman itu kemudian beredar luas setelah dijual kepada akun gosip di media sosial.
“Aku kesal, soalnya ibu aku yang dipajang di akun gosip,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.
Ia menegaskan bahwa keberatan utamanya bukan sekadar pada perekaman, melainkan pada penyebaran video yang menampilkan ibunya tanpa izin.
VIDEO DIJUAL KE AKUN GOSIP, DIDUGA DEMI KEUNTUNGAN
Dewi Perssik menduga tindakan tetangganya dilakukan karena motif ekonomi. Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa ada kemungkinan video tersebut sengaja diberikan kepada akun gosip untuk mendapatkan bayaran.
Fenomena ini memang semakin marak di era digital. Konten yang melibatkan figur publik sering kali memiliki nilai jual tinggi, sehingga mendorong sebagian orang untuk merekam dan menyebarkannya tanpa mempertimbangkan etika.
“Mungkin dikasih ke akun gosip biar dapat uang,” ungkapnya.
Praktik seperti ini menjadi perhatian karena berpotensi melanggar privasi dan merugikan pihak yang terekam. Apalagi jika konten tersebut melibatkan keluarga yang tidak berada di ranah publik.
PERMINTAAN MAAF DAN PENYELESAIAN SECARA KEKELUARGAAN
Setelah video tersebut viral dan menimbulkan reaksi, tetangga yang merekam akhirnya menyadari kesalahannya. Ia mendatangi ketua RT/RW setempat untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Dalam proses tersebut, ia mengaku tidak memiliki niat buruk dan hanya terbawa situasi. Bahkan, ia disebut menangis saat meminta maaf kepada Dewi Perssik.
Melihat kondisi itu, Dewi Perssik memilih untuk tidak memperpanjang masalah. Ia menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap persoalan telah selesai.
“Dia minta maaf, tidak ada maksud apa-apa. Dia nangis, ya sudah, aku maafkan,” tuturnya.
Keputusan ini mencerminkan pendekatan damai dalam menyelesaikan konflik sosial, terutama yang melibatkan hubungan bertetangga.
TRADISI BERBAGI THR WARISAN KELUARGA
Di balik insiden tersebut, terdapat nilai penting yang tetap ingin dijaga oleh Dewi Perssik, yaitu tradisi berbagi kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hal baru, melainkan warisan dari almarhum ayahnya.
Menurutnya, tradisi ini sudah berjalan bahkan sebelum dirinya lahir. Ayahnya yang merupakan anggota kepolisian rutin membagikan bantuan kepada warga setiap tahun.
“Sebelum aku lahir sudah rutin. Almarhum papi aku yang mulai,” jelasnya.
Kini, Dewi Perssik melanjutkan tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus wujud kepedulian sosial. Ia bahkan menyebut jumlah penerima mencapai sekitar 8.400 warga.
Kegiatan ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan antara keluarga dan masyarakat sekitar.
ETIKA DIGITAL DAN RISIKO PENYEBARAN KONTEN TANPA IZIN
Kasus yang dialami Dewi Perssik mencerminkan tantangan di era media sosial. Kemudahan merekam dan menyebarkan konten sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran akan etika.
Pakar komunikasi digital menilai bahwa penyebaran konten tanpa izin, terutama yang melibatkan individu non-publik, dapat melanggar hak privasi. Selain itu, praktik menjual konten ke akun gosip juga berpotensi masuk ke ranah hukum jika merugikan pihak tertentu.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan teknologi, termasuk memahami batasan antara konsumsi publik dan privasi pribadi.
PENUTUP: PILIHAN MEMAAFKAN DAN HARAPAN KE DEPAN
Meski sempat merasa kesal, Dewi Perssik memilih menyelesaikan masalah ini dengan cara damai. Ia memaafkan tetangganya dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Insiden ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menjaga etika, menghormati privasi, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Di sisi lain, tradisi berbagi yang ia jalankan tetap menjadi contoh nyata kepedulian sosial yang patut diapresiasi.
Ke depan, Dewi Perssik berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan berbagi tersebut, sambil berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kepercayaan dan menghargai momen pribadi orang lain.
Baca Juga “Masuk Akun Gosip Perkara Uang THR Rp 15 Ribu“